5 Oktober 2011 : kejadiannya dah jadi minggu kemarin, tanggal 27 september papa pulang, dia bilang kepala desanya mo titip minta bliin laptop trus buat dia sendiri mau bli printer n modem buat di rumahnya jadi anaknya ga usah bolak balik ke warnet, setelah semuanya terbeli sama kekasihku, dia juga nitip mau bli tas yang seperti punyaku hanya warnanya putih, sang penjual tas bilang kl tasnya bisa diambil hari minggu, tapi pas hari minggu ternyata tokonya tutup. dan papa dengan segala kebawelannya ngotot kl dia harus pulang hari senin, sempat kesel jg aku karena ini sampai terucap juga kata-kata " Duh... nyusahin amat.." aku ga tau dia denger atau nga, atau apa yg ada dipikiran dia saat aku mengucapkan kata-kata itu. lalu dengan setengah memaksa aku berkata pada si penjual untuk mengambil tas yang aku pesan hari senin pagi supaya papa bisa lgsg pulang sebelum jam 10, untungnya pada hari seninnya jam 9 pagi tas tersebut sudah ada jadi semua sesuai jadwal.
lalu semalam dia telp aku, dia mau bertanya soal internet yang susah connectnya, dan tanpa dia sadari terucap dari mulutnya kalau laptop dan semua yang kmrn dibeli itu ternyata bukan buat kepala desanya melainkan buat anaknya.. ternyata selama ini feelingku tepat, dan aku sangat kecewa dengan kejadian ini, papa kalau disini selalu berlagak miskin, susah dan bokek, bahkan untuk bli bakso atau rokok tak jarang meminta uang dari aku, kl aku memang banyak uang ga masalah tapi aku juga bokek, penghasilan dari sewa kos perbulan hanya Rp.470.000, buat PLN dan PAM perbulan, buat biaya sampah dan satpam, semua dari uang itu, untuk biaya aku makan kudapat dari kekasihku, tapi papa ga mau mengerti soal itu.
jadi salahkah jika aku merasa kecewa dan sedih atas kejadian ini? hatiku perih dan sakit atas perlakuan tidak adil yang aku terima selama ini, selama ini aku tersaruk penuh dengan kesulitan namun bahkan orang tuaku satu satunya sama sekali tidak perduli, seandainya aku bisa pergi sendiri aku sudah menghilang dan meninggalkan semua kepedihan ini, lebih baik hidup sendiri drpd hidup seperti ini, karena kalau hidup sendiri ya memang sendiri jadi wajar kalau tidak ada yang memperdulikan karena memang sendiri, tapi ini masih punya orang tua dan adik tapi tetap merasa sebatang kara